Senin, 14 Agustus 2017

Implementasi Prinsip Managemen Proyek


Implementasi Prinsip Managemen Proyek


Selasa, 25 Juli 2017

Assalamu'alaikum wr.wb




A. Pendahuluan

Hai, kawan pada hari ini Selasa, 25 Juli 2017 membahas tentang Managemen Proyek.



Pengertian

Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.

Latar Belakang

Agar dapat menerapkan prinsip managemen proyek dalam kegiatan sehari hari.

Maksud dan Tujuan

Menjelaskan prinsip managemen proyek agar dapat di aplikasikan.

Hasil yang di Harapkan

Mengerti maksud dan tujuan pengadaan managemen proyek..

B. Pembahasan

Prinsip Umum Manajemen Proyek

George R. Terry telah merumuskan fungsi-fungsi tersebut sebagai POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling) :

1. Planning ---> (Perencanaan)
2. Organizing ---> (Pengorganisasian)
3. Actuating ----> (Penggerakan)
4. Controling ---> (Pengendalian)

1.Planning

Planning adalah proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang menjadi tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas (konsultan).
Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep planning” yang tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Pada proses planning terdapat hal-hal yang perlu diketahui sebagai berikut :
  • Permasalahan terkait dengan tujuan dan sumber daya yang tersedia.
  • Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.
  • Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang kongkrit.
  • Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran
2.Organizing(Pengorganisasian)
Organizing (pengorganisasian kerja) dimaksudkan sebagai pengaturan atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan kelompok dalam suatu wadah organisasi. Wadah organisasi ini menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional yang diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.


Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :

  • menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
  • membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
  • mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya

3.Action(Pergerakan)
Actuating diartikan sebagai fungsi manajemen untuk menggerakan orang yang tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan dalam planning

Pada tahap ini diperlukan kemampuan pimpinan kelompok untuk :
  • menggerakkan
  • mengarahkan
  • memberikan motivasi kepada anggota kelompoknya

hal tersebut dilakukan untuk memberikan kontribusi

dalam menyukseskan manajemen proyek mencapai tujuan dan

sasaran yang telah ditetapkan.

4.Controlling
diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana agar tidak keluar dari planning.

Ruang lingkup kegiatan controlling mencakup pengawasan atas
seluruh aspek pelaksanaan rencana, antara lain adalah:


  • Produk pekerjaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
  • Seluruh sumber-sumber daya yang digunakan (manusia, uang ,peralatan, bahan)
  • Prosedur dan cara kerjanya
  • Kebijaksanaan teknis yang diambil selama proses pencapaian sasaran

C. Kesimpulan yang Didapatkan

Manejemen proyek merupakan prinsip dasar agar proyek berjalan sesuai dengan tujuan.
 

D. Referensi

Konsep manajemen proyek di bidang IT.pdf

Wassalamu'alaikum wr. wb.


konfigurasi dasar mikrotik secara static dan dhcp

 KONFIGURASI DASAR MIKROTIK

Selasa, 25 Juli 2017


Assalamualikum wr.wb

A. Pendahuluan
Kali ini Selasa, 25 Juli 2017 saya akan membahas tentang konfigurasi dasar mikrotik secara static dan dhcp

B.Pengertian
karena kita akan mengkonfik mikrotik secara static dan dhcp,maka kita harus tau apa itu static dan apa itu dhcp? static adalah cara memberikan ip secara manual dan dhcp adalah cara memberikan ip secara otomatis.

C.Latar belakang
kebanyakan pada saat ini cara memberikan ip kepada klien. menggunakan secara dhcp atau otomatis dan tidak tahu proses mendapatkan ip tersebut berbeda dengan static kita akan tahu bagaimana prose cara mendapatkan ip tersebut atau cara manual

D.Tujuan
agar pembaca dapat membedakan dan memahami konfigurasi mikrotik secara DHCP dan static untuk di berikan kepada pc client

E.Alat dan bahan
1.mikrotik
2.kabel utp
3.koneksi internet (isp)
4.2 buah pc/laptop

F.Waktu pelaksanaan
waktu pelaksanaan sekitar 1 jam

G.Tahap pelaksanaan
pertama saya akan menggunakan cara static

1.tancapkan terlebih dahulu mikrotik ke pc server/admin dengan kabel utp
2.seting ip default mikrotik di pc client "192.168.88.1" lalu di sable enable terlebih dahulu

3. buka winbox
4.refres sampai mac addressnya keluar dan jika sudah keluar klik bagian mac addressnya


5.kita masuk ke system>identity untuk memberi nama mikrotik anda


6.kita masuk ke menu interface kita beri nama di eth1 "internet",
eth2 di beri nama "client"
 
7.kita lanjut ke ip > address kita beri ip eth1 terlebih dahulu ip ini kita samakan kelas/seqmennya dengan sumber internet (kalau saya dari isp) kita apply > ok

 
lanjut ke eth2 ini kita buat sesuai kebutuhan saja terserah anda lalo apply > ok


8.selanjutnya kita setting dns nya kita gunakan dns dari sumber internet menggunakan dns google juga bisa


9.selanjutnya setting firewall ip > firewall > (+) >general(di general pada menu chain pilih srcnat dan out interface ether1 karena ether satu yang menuju sumber internet)>


 
> action > masquerade(mengijinkan data lewat)

10.sekarang kita routing agar kedua ip yang berbeda segmen tadi bisa terhubung ip > routers > (+) .isi gateway dengan gateway dari sumber internet apply > ok


cek apakah sudah recheable atau belum jika belum recheable berarti ada kesalahan


11.kita coba ping ip kita sendiri di terminal "ping 10.11.12.108"
selanjutnya 
ping "192.168.1.1"

ping "10.11.12.234"

ping "google.com"


12.kita pasang ip eth2 di pc client, ip eth2 di jadikan gateway di pc client lalu di sable enable terlebih dahulu


13.kita coba buka browser apakah sudah bisa atau belum jika sudah bisa berati sudah berhasil "ini menggunakan cara static"
 
14.karena langkah dengan cara static sudah berhasil maka kita akan lanjut ke cara DHCP kita tancapkan kabel utp ke pc dan ke eth3 masuk ke interface > klik eth3 beri nama eth3


15.masuk ke ip > address > (+) ,isi eth3 terserah jika saya menyarankan sebaiknya yang sesuai kebutuhan


16.masuk ke ip>dhcp server karena yg ingin di dhcp eth3 maka kita pilih eth3


di bawah ini adalah network eth3 jika sudah benar pilih next

  di bawah adalah ip eth3 yang nantinya akan menjadi gateway di pc client

  berikut adalah banyaknya ip yang bisa digunakan oleh client
selanjutnya adalah tahapan dns di sini saya menggunakan dns google lalu next


  selanjutnya adalah tahapan dns di sini saya menggunakan dns google lalu next

 
17.selanjutnya jika sudah kita atur kembali koneksi jaringan kita di pc yang  tersambung dengan eth3

 selanjutnya di sable enable
 
18.selanjutnya coba cek ip kita di pengaturan jaringan > wired jika kita mendapatkan ip yang eth3 kita tadi address"192.168.10.2"


19.selanjutnya kita buka browser kembali apa bila sudah bisa browsing berarti sudah berhasil

 
H.Hasil dan kesimpulan
kesimpulan saya adalah ip bisa didapatkan dan diberikan secara dhcp(otomatis) dan dengan static(manual)

I.Referensi

sekian pembahasan saya tentang konfig dasar mikrotik apa bila ada kesalahan saya mohon maaf karena saya juga masih dalam proses belajar


Wassalamualaikum wr.wb

Mengenal Sub Menu Winbox

Mengenal Sub Menu Winbox


Senin, 24 Juli 2017

Assalamu'alaikum wr.wb

A. Pendahuluan

Kali ini Senin, 24 Juli 2017 saya akan membahas tentang sub menu di winbox

Pengertian

Winbox adalah Utility yang memungkinkan administrasi mikrotik

Latar Belakang

mengenal sub menu winbox beserta fungsinya

Maksud dan Tujuan

Biar mengerti sub sub menu yang ada di winbox, biar tidak asal setting tapi tidak tau fungsinya

Hasil yang di Harapkan

Dapat melakukan setting dengan mengetahui sub menunya


B. Jangka Waktu Pelaksanaan

Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 30 menit.

C. Proses



1. Interfaces => Menu interface merupakan gerbang trafik keluar atau masuk ke mikrotik. Secara default mikrotik hanya mengenali interface yang secar fisik memang ada. Kita dapat merubah nama interface tersebut dengan tujuan untuk memudahkan dalam mengindetifikasi fungsi.

2. Bridge => Menu Bridge merupakan menu untuk menghubungkan dua segmen network terpisah bersama-sama dalam suatu protokol sendiri.

3. PPP => PPP (Point to Point Protocol), merupakan paket yang memuat protokol PPP. Paket ini diperlukan untuk fitur komunikasi serial deng
an menggunakan PPP, ISDN PPP, L2TP, dan PPTP serta komunikasi PPP on Ethernet(PPPoE). Paket PPP digunakan untuk komunikasi Wide Area Network dengan menggunakan komunikasi serial.

4. Switch => Menu Switch ini merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

5. Mesh => Menu Mesh ini digunakan untuk melakukan implementasi topologi Mesh.

6.  IP => Menu IP digunakan untuk pengaturan IP yang terdiri dari ARP, Accounting, Adresses, DHCP Client, DHCP Relay, DHCP Server, DNS, Server, Firewall, Hotspot, IPsec, Neighbors,


Fungsi Sub Menu Pada Menu IP ;

*ARP List : Fungsinya untuk melihat semua ARP yg terkonesik dan informasi yang dimunculkan yaitu IP, Mac Address dan Interface yang terkoneksi.

*Accounting : Untuk ini saya tidak pernah menggunakan fungsinya jadi belum bisa saya informasikan dengan baik namun dari namanya mungkin teman2 sudah pada bisa membayangkan fungsi dan kegunaannya.

*Address : Nah pada bagian ini adalah yang paling penting dari suatu jaringan yaitu IP Address. Pada menu ini kita bisa menambah/menghapus/mengedit sebuah atau lebih IP Address sesuai kebutuhan kita.

*DHCP Client : Dimenu ini berfungsi untuk mengaktifkan DHCP client pada perangkat dengan OS Mikrotik.

*DHCP Relay : Di menu ini berfungsi untuk mengaktifkan DHCP relay.

*DHCP Server : Pada menu ini berfungsi untuk membuat atau mengaktifkan DHCP Server dan selain untuk mengaktifkan DHCP Server pada menu ini kita juga bisa melihat IP-IP yang telah didapatkan oleh client secara otimatis beserta network yang ada.

Sekilas Perihal DHCP yaitu singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol  yang mana fungsinya yaitu untuk memberikan IP dan DNS secara otomatis pada client yang merequestnya sehingga ketika siclient mau konek ke internet tidak perlu bersusah payah untuk mensetting IP address dan DNS pada perangkat yang dipergunakan.

*DNS : pada menu ini berfungsi untuk mensetting DNS pada perangkat Mikrotik.

*Firewall : Pada menu ini sangat banyak yang dapat kita lakukan yaitu seperti : Melakukan blok pada content atau IP melalui Filter relus, Melakukan NAT di menu NAT, Melakukan mangle yaitu melakukan penandaan pada sebuat trafik lalu diproses sesuai kebutuhan, Service port, Address List (pengelompokan IP) untuk kebutuhan yg lebih advanced, Dan Layer7 Protocol.

*Hotspot : Pada menu ini kita bisa membuat sebuah server hotspot dan semua yang dibutuhkan yang berhubungan dengan hotspot dapat kita lakukan pada menu ini. Sangat banyak fitur-fitur yang berhubungan dengan system hotspot yang akan kita temukan pada menu ini.

*IPSec : Menu ini pada Mikrotik saya belum pernah pakai, namun kita akan mencoba membahas perihal IPSec pada pembahasan selanjutnya.

*Neighbors : Pada menu ini kita dapat melihat informasi perihal Neighbors List perangkat2 yang terhubung ke perangkat kita.

*IP Packing : Secara singkat fungsi dari fitur ini adalah untuk melakukan 're-packs' (mengemas ulang) dari paket data yang dikirimkan.

*IP Pool : pada menu ini kita bisa menambahkan IP Pool/range IP yang akan dipergunakan nantinya seperti di DHCP, hotspot atau PPTP dan kebutuhan lainnya.

*Router : Pada menu Router ini berfungsi untuk menentukan sebuah gateway dari jaringan yang ada sesuai kebutuhan.

*SMB : Pada menu ini kita dapat mengaktifkan service SMB yang mana fungsi SMB ini sama halnya dengan fungsi service Samba pada linux atau file sharing pada Windows.

*SNMP : Pada menu ini berfungsi untuk mengaktifkan service SNMP pada perangkat berOS Mikrotik yang mana fungsi dari SNMP ini agar dapat dilakukan graph baik itu Trafik, resource maupun yang lainnya dari perangkat yang digunakan dalam bentuk grafik seperti MRTG dan cacti.

*Service : Pada menu ini kita bisa menaktifkan atau menonaktifkan service API, FTP, SSH, TELNET, WINBOX, WWW, WWW-ssl serta kita juga dapat merubah port yang digunakan sesuai kebutuhan (biasanya merubah port defaultnya untuk kebutuhan keamanan dan juga jika agar tidak bentrok dengan port service lain jika kita ingin menggunakan service yg sama namun dengan berbeda port atau sebaliknya).

*IP Setting : Pada menu ini kita dapat mengaktifkan atau menonaktifkan seperti IP Forward, Send Redirects, Accept Redirect, Secure Redirect, dan Allow Fast Path.

*Socks : Ini menu untuk Socks Settings.

*TFTP : Pada menu ini kita dapat mengkatifkan atau menonaktifkan TFTP.

*Traffic Flow : Pada menu ini kita dapat melakukan Traffic Flow Setting.

*UPnP 
: Pada Menu ini kita ada melakukan UPnP Setting.

*Web Proxy : OS Mikrotik selain dari berfungsi sebagai router yang handal juga dimanjakan dengan berbagai fitur yang sangat menggiurkan dan salah satunya yaitu Web Proxy. Pada menu web proxy ini kita bisa melakukan setting Web proxy Server pada perangkat berOS Mikrotik walaupun fitur dan kehandalannya belum sekalibar yang tersedia untuk Linux yang memang sengaja dikembangkan untuk server.

7. MPLS => Pada Menu MPLS ini kita dapat membuat interface virtual MPLS VPLS dan juga beberapa fitur-fitur MPLS dapat kita setting pada menu ini. MPLS (Multi Protocol Label Switching) merupakan sebuah teknik yang menggabungkan kemampuan manajemen switching yang ada dalam teknologi ATM dengan fleksibilitas network layer yang dimiliki teknologi IP.Fungsi MPLS yaitu penyambungan dan pencarian jalur dalam jaringan computer. Sub Menu MPLS terdiri dari MPLS, Traffic Eng, VPLS.
8. Routing => Pada menu routing ini kita dapat melakukan berbagai fasilitas routing yang ada dan juga fitur-fitur pendukung routing yaitu : BFD, BGP, OSPF,RIP, Filters, MME, Prefix Lists.
                               
Fungsi Sub Menu Pada Menu ROUTING :

1. Bidirectional Forwarding Detection (BFD)

adalah protokol durasi pendek overhead rendah dan dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan di jalur dua arah antara dua mesin forwarding, termasuk antarmuka fisik, sub-interface, data link (s), dan sejauh mungkin forwarding mesin sendiri, dengan talency berpotensi sangat rendah. Ini berpotensi secara independen dari media, protokol data dan protokol routing.

2. The Border Gateway Protocol (BGP)
memungkinkan menyiapkan sistem interdomain routing dinamis yang secara otomatis update tabel routing perangkat yang menjalankan BGP terjadi perubahan topologi jaringan.

3. Fillters
Uuntuk mencegah penggunaan asing yang akan masuk ke router.

4. Internet Group Management Protocol (IGMP)

 proxy dapat digunakan untuk mengimplementasikan multicast routing. Hal ini forwarding IGMP frame dan biasanya digunakan ketika ada kebutuhan untuk protokol yang lebih canggih seperti PIM.

5. MME (Mesh Made Easy)
protokol routing MikroTik cocok untuk routing IP tingkat dalam jaringan wireless mesh.Hal ini didasarkan pada ide- ide dari B.A.T.M.A.N. (Pendekatan yang lebih baik untuk Handphone Ad-hoc Jaringan) protokol routing.
6. OSPF  
protokol link-state yang mengurus rute dalam struktur jaringan dinamis yang dapat mempekerjakan jalur yang berbeda untuk sub jaringan nya. Selalu memilih jalur terpendek ke subnetwork yang pertama.
7. PIM
untuk Internet Protocol (IP) jaringan yang menyediakan distribusi satu-ke-banyak dan one-to-many data melalui LAN, WAN atau Internet. Hal ini disebut protokol-independen karena PIM tidak termasuk topologi sendiri mekanisme penemuan, melainkan menggunakan informasi routing yang disediakan oleh protokol routing.
8. Prefix list
Tindakan (menerima | membuang | melompat | log | passthrough | menolak | kembali;Default: passthrough) tindakan untuk tampil di pencocokan aturan rute.
9. RIP
untuk digunakan dalam jaringan IPv6.
10. RIPing
igunakan dalam jaingan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya),

9. System
 => Pada menu System ini terdapat sangat banyak menu yang dapat kita lakukan yang berhubungan dengan system dari Mikrotik itu sendiri.


Fungsi Sub Menu Pada Menu SYSTEM :

*Auto Upgrade = Pada bagian ini berfungsi untuk melakukan auto upgrade pada system operasi Mikrotik.

*Certificate = Pada menu ini kita dapat Import, Decrypt dan reset Keys Certificate pada OS Mikrotik.

*Clock = Pada menu  Clock ini berfungsi untuk mengatur jam dan tanggal pada system Mikrotik.

*Console = Ini merupakan menu untuk  console namun saya belum pernah pakai fitur ini jadi belum bisa info belih jauh.

*Driver = Pada menu ini berfungsi untuk mengcek driver jika kita ada penambahan periperal external tambahan seperti modem USB dll.

*Health = Pada menu Health ini kita dapat meilihat Voltage dan Temperature dari perangkat yang berOS Mikrotik.

*Identify = Pada menu ini berfungsi untuk membuat penamaan pada mesin yang berOS Mikrotik jika kita bandingkan dengan yang berOS Windows maka  Identify ini sama halnya dengan compuer name pada Windows.

*LED = LED Trigger adalah menu untuk pengaturan system led pada mikrotik (lampu led pada setiap interface yg ada atau led indikator lainnya).

*License = Pada menu License ini kita dapat melakukan semua yang berhubungan dengan License Mikrotik itu sendiri mulai dari informasi perihal License yang sedang digunakan, upgarde License, update License key, export key, import key dan paste key.

*Logging = Pada menu Logging ini kita dapat melakukan settingan untuk system Loggingnya yang mana fungsi Logging ini adalah agar kita bisa mengetahui inlformasi2 dari system dan juga log2 yg sudah terjadi apda system. Pada informasi Logging ini sangat kita butuhkan dalan troubleshoot.

*Packages = Pada menu  Packages ini kita dapat melihat  Packages- Packages apa saja yang telah terinstall pada system Mikrotik kita beserta informasi versinya. Dan dari menu ini kita juga dapat melakukan disabled, enabled, downgrade dan uninstall  Packages yang ada.

*Password = Nah pada menu ini berfungsi untuk kita dapat mensetting password pada OS Mikrotik ini.

*Ports = Menu ini belum pernah saya fungsikan jadi belum bisa saya informasikan untuk kita semua.

*Reboot = Menu ini berfungsi untuk mereboot atau merestart mesin yang berOS Mikrotik.

*Reset Configuration = Menu ini jika kita clik maka akan mereset semua configurasi yang telah kita setting pada OS Mikrotik, jadi semuanya bakal kembali ke default lagi.

* Resource
 = Pada menu in berfungsi untuk melihat semua informasi mengenai system yang kita pada pada OS Mikrotik itu sendiri mulai dari versi OS yang dipakai, model Hardware yang dipakai, uptimes, kapasitas HDD dan memory dan informasi2 lainnya yang sangat kita butuhkan.

*Routerboard = Menu ini berfungi untuk menampilkan informasi dari seri routerboard yang kita pergunakan.

*NTP Client = Pada menu ini berfungsi untuk mensetting NTP client agar clocknya dapat sinkron dengan system NTP yang ada.
*Scheduler = Pada menu  Scheduler ini kita dapat membuat penjadwalan sesuai kebutuhan yang ada sama halnya dengan crontab pada OS Linux.

*Script = Pada menu script ini kita dapat mebuat sebuah script sesuai dengan fungsi yang kita butuhkan untuk dapat diproses secara terjadi dengan menggunakan fitur dari scheduler di atas.

*Shutdown 
= Pada menu ini berfungsi untuk mematikan mesin yang menggunakan OS Mikrotik sehingga jika kita memilih mengclik menu shutdown maka mesinnya akan mati total.

*Special Login = Menu ini berfungsi untuk menambah atau mengurangi user special dengan kegunaan tertentu.

*Stores = Pada menu ini berfungsi untuk membuat sebuah atau lebih store (jika dilinux mirip2 dengan membuat directory lalu kita mount namun di sini sangat terbatas penggunaannya), cek driver, format drive dan clean driver.

*Users = Pada menu users ini kita dapat menambah/mengedit/mengdisable user, membuat dan menentukan hak akses user (group permision) dan melihat informasi tentang user yang sedang login (mirip perintah who pada linux).

*Watchdog = Nah menu Watchdog ini merupakan menu terakhir dari menu-root System yang mana salah satu fungsinya yaitu melakukan test koneksi ke mesin lain dan jiak tidak terkoneksi maka systemnya akan reboot.

10. Queues => Menu Queues ini adalah menu dimana kita dapat melakukan limite koneksi pada suatu jaringan baik berdasarkan source address, destinasion address, maupun berdasarkan paket yang telah dimark atau ditandai dari Mangle (intinya bisa kita pergunakan sesuai degan kebutuhan jaringan yang kita pakai).

11. Files
 => Pada menu ini berfungsi untuk kita menyimpan file dalam OS Mikrotik seperti file-file HTML login page hotspot, files backup, files log dan files lain kita ingin kita simpan di sana.

12. Log => Pada menu log ini kita dapat melihat informasi LOG-LOG yang terjadi baik dan informasi-informasi dari log ini sangat kita butuhkan sebagian informasi bantuan disaat troubleshoot atau log informasi lain yang kita butuhkan
13. Radius => Menu Raidus ini berfungsi saat kita membuat system hotspot pada Mesin Mikrotik kita dan kita ingin system Hotspot tersebut terkoneksi dengan baik ke server radius terpisah maka kita confignya dari menu Radius ini.

14. Tools => Menu Tools adalah merupakan root menu dari beberapa tools yang dapat kita fungsikan yang ada pada OS Mikrotik.


Fungsi Sub Menu Pada Menu TOOLS:

** BTest Server
 : Pada menu ini berfungsi untuk mengaktifkan falitas BW test pada OS Mikrotik Yang mana BW Test ini sendiri bertujuan untuk mengtest atau mengukur seberapa besarnya trafik yang dapat kita lewatkan pada sebuah Interface yang ada pada perangkat tersebut.

** Bandwidth Test : Menu ini berfungsi untuk melakukan BW Test terhadap mesin lawannya. Dengan beberapa pilihan seperti pilihan protocol TCP/UDP dan Direction receive, send dan Both serta melakukan limite TX dan RX pada saat BW Test.

** Email : Menu email ini berfungsi untuk melakukan fungsi pengiriman dan menerima email dari mesin berOS Mikrotik.

** Flood Ping : Pada menu ini kita dapat melakukan test ping flood ke mesin lawan (pembanjiran data ping ke satu host).

** Graphing
 : Menu ini berfungsi untuk membuat dan mengaktifkan graphtrafik pada mesin yang berOS Mikrotik. Grafik adalah alat untuk memonitor berbagai parameter RouterOS dari waktu ke waktu dan menempatkan data yang dikumpulkan dalam grafik yang bagus.

** IP Scan 
: Menu ini berfungsi untuk melakukan scan IP melalui perangkat Mikrotik pada satu jaringan yang ada, dalam hal ini jika kita bawa ke OS Windows sama halnya dengan aplikasi IP Scanner.

** Mac Server
 : Sebagaimana kita ketahui untuk mengakses atau meremote sebuah perangkat yang berOS Mikrotik kita dapat melakukannya melalui Macc address dan IP Address dari Winbox maka dari menu Mac Server ini kita dapat menentukan atau membatasi untuk mengkases berdasarkan ethernet atau Mac address dalam arti kita dapat membatasi aksesnya dari ethernet mana yang bisa akses dan yang tidak bisa akses.
** Netwatch : Menu NetWatch berfungsi memonitor keadaan host pada jaringan. Ia melakukannya dengan mengirimkan ping ICMP ke daftar alamat IP yang ditetapkan. Untuk setiap entri dalam tabel NetWatch Anda dapat menentukan alamat IP interfal ping dan skrip konsol.

** Ping speed 
: ICMP Bandwidth Tester atau yang lebih dikenal dengan ping speed dapat digunakan untuk mengevaluasi seputar throughput untuk setiap remote host dan dengan demikian membantu untuk menemukan jaringan yang ''bottlenecks'', jdi tools ini dibutuhkan dalam troubleshoot jaringan.

** Profile : Jika load dari sebuah perangkat yg menggunakan OS Mikrotik, Maka Pada menu ini kita dapat melihat dari service apa saja load tersebut tinggi sehingga kita punya data untuk melakukan tindakan fix atau troubleshoot.

** SMS : Jika kita hendak melakukan pengiriman dan penerimaan SMS pada perangkat yang berOS Mikrotik maka dari menu inilah kita dapat melakukan configurasinya.

** Telnet 
: Pada menu Telnet ini kita dapat melakukan remote ke suatu host melalui remote telnet IP, remote SSH IP dan juga remote telnet Mac address.

** Torch 
: Menu Torch ini merupakan tools Realtime Traffic Monitor yang digunakan untuk pemantauan lalu lintas yang akan melalui sebuah interface. Anda dapat memonitor trafik berdasarkan protokol, IP Sumber, IP tujuan, port. Sehingga dari toolsnya dengan mudah kita mendapatkan informasi perihal trafik yang ada dari IP mana saja dan menuju ke IP mana dengan port berapa dan protocol apa beserta besaran nilai RX/Txnya.

** Traffic Monitor 
: Tools Traffic Monitor digunakan untuk menjalankan skrip konsol ketika trafik interface melintasi batas limite tertentu. Setiap trafik yang dimonitor terdiri dari (yang berguna jika Anda ingin menonaktifkan atau mengubah sifat item ini dari script lain).

** Packet Sniffer
 : Menu Packet sniffer adalah alat yang dapat menangkap dan menganalisa paket-paket yang akan, meninggalkan atau pergi melalui router (kecuali lalu lintas yang lewat hanya melalui chip switch).

** Ping
 : Pada menu ping ini kita dapat melakukan ping ke suatu host atau beberapa host untuk pengetesan koneksi pada suatu host atau beberapa host.

** Tracertroute : Menu Tracertroute ini berfungsi untuk kita mengcek route dari suatu link yang kita tuju melalui route/gateway yang mana saja sehingga dari informasi ini akan sangat membantu kita dalam hal troubleshoot jaringan sehingga kita tahu bagaimana perjalanan paket dalam menuju host tertentu.
** Traffic Generator : Menu Traffic Generator adalah alat yang memungkinkan untuk mengevaluasi kinerja DUT (Perangkat Under Test) atau SUT (Sistem Under Test). ATools ini dapat menghasilkan dan mengirimkan paket RAW melalui port tertentu.

15. New Terminal=> Pada menu new terminal ini berfungsi sebagai console pada OS Mikrotik dalam arti text mode sama halnya dengan Linux OS yang berbasis server mode text. Jadi, semua menu yang ada pada OS Mikrotik kita dapat melakukan confignya melalui new terminal ini dengan perintah.

16. Meta Router => Menu METAROUTER ini merupakan menu untuk membuat sebuah mesin vertual pada perangkat yang ber OS Mikrotik jadi menu METAROUTER ini dapat kita ibaratkan seperti : KVM, OpenVZ, atau aplikasi pembuat virtual lainnya.

17. Make Supout.rif 
=> Menu ini berfungsi untuk membuat sebuah backup dari OS Mikrotik namun beda dari backup biasanya yg mana dari backup ini kita dapat mengetahui informasi dari seri dari OS yang kita pakai dan biasanya backup dari ini dipergunakan untuk menganalisa permasalahan yang terjadi.

18. Manual => Menu ini berfungsi untuk membawa kita ke link manual pengunaan OS Mikrotik sama halnya menu help atau -h pada linux dan Windows.

19. Exit => Menu ini berfungsi untuk menutup windows interface pada OS Mikrotik yang diakses melalui aplikasi winbox.

20. Quick Set => Untuk melakukan Konfigurasi Router secara cepat.

22. IPv4 => adalah versi Protokol Internet saat ini, yaitu sistem identifikasi yang digunakan internet untuk mengirimkan informasi antar-perangkat.
 
D. Hasil yang Didapatkan

Mengerti sub sub yang ada di winbox
Mengerti fungsi sub menu winbox
Mampu menjelaskan Sub winbox

E. Kesimpulan yang Didapatkan

Didalam emahami sub menu winbox, itu sangat pengting sebelum konfigurasi dilakukan, biar tidak asal konfigurasi.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Rabu, 09 Agustus 2017

Pengkabelan Pada Jaringan Komputer


Pengkabelan Pada Jaringan Komputer


Senin, 24 Juli 2017

Assalamu'alaikum wr.wb

A. Pendahuluan

Kali ini Senin, 24 Juli 2017 saya akan membahas tentang pengkabelan yang umum digunakan dalam sebuah jaringan

Pengertian

Perbedaan kabel Straight dan Cross

Kabel Straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai sesuai standar
TIA/EIA 368A sebagai berikut:

Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :

• Menghubungkan antara Komputer dengan Switch
• Menghubungkan Komputer dengan LAN pada Modem Cable/DSL
• Menghubungkan Router dengan LAN pada Modem Cable/DSL
• Menghubungkan Switch ke Router
• Menghubungkan Hub ke Router

Kabel Crossover merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung lainnya. Kabel cross digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross.

Contoh penggunaan kabel crossover adalah sebagai berikut :

• Menghubungkan 2 buah Komputer secara langsung
• Menghubungkan 2 buah Switch
• Menghubungkan 2 buah Hub
• Menghubungkan Switch dengan Hub
• Menghubungkan Komputer dengan Router
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Latar Belakang

Pengkabelan atau Krimping kabel memerlukan ketelitian dan teknik untuk melakukannya.
Jadi saya ingin memberikan referensi melalui blog ini.

Maksud dan Tujuan

Memberi tahu langkah-langkah melakukan pengkabelan
Memberikan pengetahuan mengenai urutan kabel dan jenis pengrimpingan kabel

Hasil yang di Harapkan

Dapat melakukan pengrimpingan sesuai prosedur.

B. Alat dan Bahan

  • Tang krimping
  • Kabel UTP
  • Konektor RJ 45
  • Pengupas Kabel

C. Jangka Waktu Pelaksanaan

Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 10 menit.

D. Proses dan Tahapan Pekerjaan

Kupas kabel dengan pengupas kabel.

Urutkan warna kabel sesuai dengan standard pada gambar.

Berikut adalah jenis krimpingan kabel:
Crossover























 
Disini saya menggunakan kabel straight.

 
Masukan kabel kedalam konektor RJ45, Dan periksa kembali urutan kabel.

 
Krimping kabel menggunakan tang krimping.

 
Tes menggunakan LAN Tester. Pastikan lampu indikator menyala semua secara berurutan, kecuali pada kabel crossover.

 
Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor.





 
E. Hasil yang Didapatkan

Mengerti urutan kabel sesuai Standard
Memahami kegunaan kabel pada jaringan
Mengerti macam-macam krimpingan kabel

F. Kesimpulan yang Didapatkan

Didalam pengkabelan dibutuhkan standard baku agar koneksi dapat berjalan sesuai jalurnya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Pengenalan Internet


Pengenalan Internet


Senin, 24 Juli 2017

Assalamu'alaikum wr. wb

A.Pendahuluan

Kali ini Senin, 24 Juli 2017 saya akan mengenalkan kalian dengan Internet













  • Pengertian
Internet adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia
  • Latar Belakang
Ingin mengenalkan kalian yang belum atau yang sudah tahu apa itu internet.
yang merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia di masa sekarang.
  • Maksud dan Tujuan
*Memberikan pengetahuan tentang internet.
*Memberitahu mengapa internet harus ada.
*Memudahkan pengenalan internet.
  • Hasil yang Di Harapkan
*Pembaca mengetahui Sejarah internet dan internet
*Pembaca mengerti Dampak yang di hasilkan internet

B.Alat dan Bahan


Sebelum masuk dalam pengenalan internet anda harus mengetahui dahulu
Tentang Jaringan Dan Komputer yang bisa di download di bawah ini
C.Proses dan Tahapan Pekerjaan

1. Sejarah Internet
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

2. Dampak Positif Internet
  • Sebagai Sumber Informasi Terbesar
  • Mempercepat Pertukaran Data
  • Mempercepat Penyebaran Informasi
  • Meringankan Pekerjaan Pemakainya
3. Dampak Negatif Internet
  • Menyebabkan Kecanduan
  • Banyak Terdapat Situs-Situs Pornografi
  • Banyak Terdapat Tindak Kekerasan
  • Membuat Kebutuhan Sosialnya Menurun
E.Hasil yang Didapatkan
  • Mengetahui dampak negatif yang dapat terjadi dalam penggunaan internet
  • Memahami kegunaan Internet
  • Mengerti asal mula diciptakannya internet
F.Kesimpulan yang Didapatkan

Manusia yang di sukai manusia, pasti ada yang membenci, begitu pula internet semakin mudah menggunakan internet, semakin banyak orang yang kena dampak negatifnya

G.Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Internet


Wassalamu'alaikum wr. wb.

Mengenal Kelas IP Address


Mengenal Kelas IP Address


Jum'at, 21 Juli 2017

Assalamu'alaikum wr. wb.

A. Pendahuluan

Pada kesempatan kali ini Jum'at, 21 Juli 2017 saya ingin membahas pengenalan kelas-kelas IP Address.

1. Pengertian


Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
nah, kali ini kita akan membahas yan IPv4.

2. Latar Belakang


IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia.

3. Maksud dan Tujuan


Mengenalkan kelas-kelas IP Address.

4. Hasil yang Diharapkan

mengerti dan dapat mengidentifikasi kelas-kelas IP Address.

B. Jangka waktu pelaksanaan


Jam 10.45 - 12.00

C. Proses dan Tahapan Pekerjaan


Format Penulisan IP Address

IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik (.) setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini
disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat
dituliskan sebagai berikut : 

xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
 
Jadi IP address ini mempunyai range dari 

00000000.00000000.00000000.00000000 
sampai
11111111.11111111.11111111.11111111.
 
Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal
yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik (.) yang lebih dikenal dengan “notasi desimal bertitik”. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP address.

Pembagian kelas IP Address

IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian
network (net ID) dan bagian host(host ID).
Net ID berperan dalam identifikasi suatu
network dari network yang lain, sedangkan
host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network.

IP address dibagi kedalam lima kelas, yaitu :
kelas A, kelas B, kelas C,kelas D dan kelas E.
Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.

Kelas A
Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit.
Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127.
Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini


Kelas B
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address
191.168.26.161, network ID = 192.168 dan host ID = 26.161.
Pada IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

 

Kelas C
Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 110.
Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network
dengan masing-masing network memiliki 256 host.
 
Kelas D
IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247,sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang
menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID
dan host ID.

Kelas E
IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum.
4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
Address Khusus

Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak bolehdigunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah:

1.Network Address

Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada

jaringan Internet. Misalkan

untuk host dengan IP Address kelas B 191.168.9.35.

Tanpa memakai subnet (akan diterangkan kemudian),

network address dari host ini adalah 191.168.0.0.

Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2

segmen terakhir menjadi 0.


Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing

pada Internet. Router cukup melihat network address (191.168) untuk

menentukan ke router mana datagram tersebut harus dikirimkan.

2.Broadcast Address
Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh hostyang ada pada suatu network.
Seperti diketahui, setiap datagram IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh datagram tersebut.
Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses datagram tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya.


Bagaimana jika suatu hostingin mengirim datagram kepada seluruh hostyang ada pada networknya ?

Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi datagram sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi datagram - datagram tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep
Broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima datagram tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu.


D. Hasil yang Didapatkan

Mampu, memahami, dan mengidentifikasi kelas-kelas IP Address

E. Kesimpulan yang Didapatkan

 Manusia memiliki identitas, begitu halnya jaringan juga memiliki identitas yang di tunjukkan kelas A, kelas B, dll.
F. Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP
eBook TKJ/JARINGAN-DASAR-X-2.pdf

Wassalamu'alaikum wr. wb.